π™ΉπšŠπšπšžπš‘ π™²πš’πš—πšπšŠ π™±πšžπš”πšŠπš— π™ΊπšŽπšŠπš‘πš•πš’πšŠπš—πš”πšž

Langit hari ini sedikit mendung. 

Aku menyesap kembali Americano yang dipesan setengah jam yang lalu. Sembari menatap ke arah luar jendela yang menampilkan pemandangan orang- orang yang mulai mempercepat langkahnya karna rinai hujan yang mulai turun perlahan ke muka bumi. Cuaca akhir- akhir ini memang sulit diprediksi. Padahal tadi pagi begitu cerah, tidak ada pertanda bahwa langit hitam yang berisi air hujan meminta giliran untuk berkunjung ke tanah. 

" Trish, kamu dengerin aku, kan? " Suara melengkung khas Regana, sahabatku sejak SMP mengalihkan pikiranku dari pemandangan di balik jendela kafe yang kami kunjungi untuk sekedar mengobrol sembari menyesap menu kopi favorit kami. 

" Denger, Naa. Lagian aku ga budeg kali.... " Jawabku dengan nada datar. 

" Kamu mikirin apa sih, Trish? Masih bingung buat nerima ajakan aku jadi bridesmaid di hari pernikahan aku? "

Aku menggeleng kepalaku pelan. Bukan itu. 

 " Apa karna..., omongan aku yang soal mau ngenalin temen Deka ke kamu? " Regana menatapku penuh selidik. 

" Gak perlu, Na. Aku gak yakin sama diri aku sendiri.... " Aku menyimpan cangkir kopiku ke meja. " ..., aku masih berharap kalo Irza bales perasaan aku--"

" Sampai kapan, Trish? " Nada suara Regana tiba- tiba berubah lebih keras. "..., sampai kapan kamu nunggu Irza? Ini udah 8 tahun loh sejak kamu suka sama dia tanpa ada kejelasan! Kamu cuma cinta sendirian selama ini, Trish! "

Benar. 8 tahun ini aku menaruhkan hatiku kepada seseorang yang membuatku terkesan saat di bangku SMA karena kebaikan dan kesabaran pria itu. Irza Garnariwa.

" Sulit, Na. Aku jatuh cinta sama dia dan menaruh semua hati buat dia. Dia yang begitu baik dan bisa mengubah mindset ku menjadi lebih baik lagi. Semua karakteristik cowok idaman aku ada di dia semua. Aku udah terlanjur jatuh ke hati dia.... "

Regana seketika terdiam. Dia begitu tahu persis bagaimana perjuangan dalam diamku agar Irza mau melihatku. Entah itu menjadi anak yang berprestasi, ikutan lomba dan organisasi, atau sekedar tenggelam dalam minat yang sama dengan dia, fotografi. Aku hanya ingin dia tahu bahwa aku menyukainya. Tapi, nyaliku selalu menciut ketika melihat kemampuannya yang jauh lebih baik dibandingkan diriku. 

" Trish, aku gak tahu ya gimana caranya buat nyadarin kamu dari semua kenyataan ini.... " Regana menatapku serius. "..., Irza udah tunangan sama Wyna, temen sekelas kalian. Dia udah punya orang lain, Trish! Seharusnya kamu tau kenyataan itu! " 

DEG! 

Ucapan terakhir Regana membuat jantungku berhenti berdetak sejenak. Mengenai kenyataan ini, aku masih sukar menerimanya. Ini bukan ending yang aku inginkan. Aku ingin merasa dicintai oleh orang yang aku cintai. Aku hanya ingin perasaanku terbalaskan selama penantian panjang ini. Aku merelakan banyak hal agar dia melihat aku. Aku ingin menjadi yang pertama di hatinya. Tapi.... 

" Kamu bahkan liat dengan mata kamu sendiri semua prosesi pertunangan mereka. Trish, please kali ini aku minta kamu untuk belajar move on dari Irza, ya?" Tanganku yang terjulur di atas meja diraih oleh Regana. "..., aku ngerti gimana sedih dan sakitnya kamu karna penantian kamu nggak terbalas. Tapi aku yakin kamu bisa belajar dari yang udah terjadi sekarang. Kamu belajar buat buka hati kamu ke orang baru, ya? Aku yakin dan aku percaya bahwa setiap manusia akan menemukan happy ending nya masing- masing. Tinggal tunggu sedikit aja sampai giliran kita. "

Aku menatap Regana dengan tatapan datar. Bahkan rasanya ini masih mimpi. Kenapa takdir yang aku terima selalu saja begini, Ya Allah? 

" I'll try ya, Na? Aku gak bisa jamin kalo aku bisa langsung lupain dia. Tapi, aku coba belajar pelan- pelan dan mencoba terbuka ke orang baru.... "

Regana beringsut dari tempat duduknya dan memelukku yang masih terduduk. " I trust you can do it, Trish! Aku gak akan maksa kamu untuk langsung dekat sama orang baru. Tapi aku bakal dukung kamu dalam kondisi apapun. Okay? " 

Aku hanya mengangguk pelan.
Ini mungkin akan menjadi awal dari segalanya. Pencarian jati diriku dan juga perkara cinta. Aku akan usahakan sebaik mungkin. Agar aku mendapat happy ending yang direstui langit di sisa perjalanan ku nanti. 


The End. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

π™ΊπšŽπš™πšžπšπšžπšœπšŠπš— πšŠπš”πšž πš’πšœπšπš’πš›πšŠπš‘πšŠπš πšπšŠπš›πš’ πšœπš˜πšœπš’πšŠπš• πš–πšŽπšπš’πšŠ

πš„πš—πšπš’πšπšπš•πšŽ

πšƒπš’πšπš’πš” π™½πšŠπšπš’πš›