ππππππππ π½πππππ 9
Jika kamu memiliki kesempatan untuk berbicara dengan masa kecilmu dalam waktu 1 menit, apa yang ingin kamu katakan?
Milla, aku tahu ini nggak akan cukup satu menit buat aku ngomongin apa yang aku pengen obrolin sama kamu. Tapi aku harap kamu bersedia mendengarkan semua yang aku katakan ini, ya?
Terimakasih sudah membersamai ku selama ini. Sudah hampir 24 tahun kamu bertumbuh bsrsamaku. Menitikan semua cerita yang setiap tahunnya memiliki kesan yang berbeda.
Rasa senang, sedih, lucu, kecewa, hancur, dan bimbang udah kita lewatin bareng- bareng.
Kadang ketawa, kadang bingung, kadang sedih sampe nangis, dan bahkan sekarang malah masuk fase mati rasa.
Aku yang setiap hari nya harus terlihat baik² saja, tanpa sadar aku udah nyakitin kamu.
Aku yang nggak bisa banyak speak up untuk setidaknya membela diri, tak satu pun kata² keluar dari ujung bibirku.
Aku yang membiarkan kamu merasakan disakiti lahir dan batin oleh orang lain, tanpa peduli rintihan sakit darimu.
Milla, maaf.
Dosaku terlalu banyak karena udah nyakitin kamu.
Aku selalu maksain kamu untuk tetap tenang walaupun luka nya sudah sangat menganga.
Selalu meyakinkan kamu kalau lukanya akan sembuh sendiri.
Padahal, yang terjadi sekarang adalah, lukanya semakin menganga dan sulit untuk ditutupi.
Milla, maaf.
Aku banyak menyakitimu.
Terimakasih, susah mau bertahan bersamaku.
Jangan tinggalin aku, ya?
Walaupun aku terlihat terbiasa melakukan apapun seorang diri, tapi aku sangat ketakutan untuk menjalani hari- hariku.
Aku yang selalu mengalami sulit tidur karna terlaku stress menghadapi hari esok.
Aku yang selalu menahan tangis agar tidak terlihat lemah.
Padahal, di ruang gelap ini, di saat aku mengetik ini, air mataku terus saja mengalir tanpa henti.
Aku hancur jika sendirian, Milla.
Maka dari itu, tolong bertahan untukku, ya?
Komentar
Posting Komentar