Question Number 8
" Hal apa yang membuat kamu bisa bertahan sampai sejauh ini? "
Sejujurnya, baru aja aku scroll tiktok dan dapat pertanyaan ini di salah satu fyp nya.
Seketika aku mikir, iya yaaa aku bisa bertahan sampai sekarang ini karna apa?
Di saat aku sendiri bahkan tak mengharapkan kehidupan yang aku jalanin sekarang, tapi kenapa masih bisa bertahan.
Mungkin, aku bertahan karna aku memang bertahan aja.
Mungkin, aku bertahan karna Allah belum minta aku pulang kembali ke sana.
Mungkin, aku bertahan karna aku kasihan sama inner child aku yang masih belum terwujud keinginannya di masa lalu.
Mungkin, mungkin, mungkin.
Dan aku tidak yakin dengan kemungkinan yang aku katakan itu.
Untuk sampai di titik ini pun bukan perkara mudah.
Banyak luka dan sakit yang harus aku tahan setiap harinya.
Banyak tekanan dan kehancuran yang harus aku tutupi setiap harinya.
Banyak mimpiin dan usaha yang belum aku wujudkan sampai hari ini.
Terlalu banyak tumpukan pemikiran itu di dalam kepalaku.
Sampai aku kewalahan, dan terkadang aku putus asa menghadapi diriku sendiri.
Aku tidak se baik yang orang liat.
Aku tidak se kuat yang orang liat.
Aku tidak se tangguh yang orang liat.
Aku tidak se ramah yang orang liat.
Aku hanyalah seonggok manusia kecil yang hati nya selalu hancur namun selalu berusaha menata kepingan kacanya.
Aku hanyalah seonggok manusia yang selalu berusaha memeluk diri kec yg bertumbuh di sisiku.
Aku tidak se bahagia yang kalian liat.
Aku hancur di dalam diriku. Tapi aku terlalu pandai menutupi kekacauan itu.
Lantas, untuk apa aku hidup?
Aku tidak tahu jawaban sebenernya.
Mungkin, demi mendengar banyak cerita orang² yg membutuhkan saranku?
Mungkin, untuk melihat isi dunia yang belum sempat aku eksplor?
Mungkin, demi menghirup udara di hutan atau mencium bau garam di tepi laut?
Mungkin, demi mengecap berbagai makanan yang belum sempat aku coba di masa kecil?
Atau mungkin, untuk mengucap kata² baik yang akan diingat seumur hidup?
Aku tidak tahu bagaimana pastinya.
Yang terpenting,
" Aku bertahan, karna aku bertahan. "
Komentar
Posting Komentar