ᴅᴇᴀʀ, ᴀᴋᴜ.

Untuk diriku yang akhir- akhir ini mengalami banyak hal yang menyulitkan, maaf aku jarang memperhatikanmu.
Aku terlalu sibuk berkutat dengan isi kepalaku sendiri tanpa peduli bagaimana kondisimu setelah berperang melawan ekspetasi dan cemoohan orang- orang di luar sana.
Yang setiap hari harus terlihat cuek dan tidak peduli dengan hinaan dan sindiran orang lain, padahal hatinya mulai teriris luka dan kemudian menganga begitu lebar.
Yang setiap hari harus bertengkar dengan isi otaknya sendiri sampai dada ini sesak rasanya.
Yang setiap hari memikirkan bagaimana perasaan orang lain setelah beberapa Minggu ini aku sering bungkam dan enggan bergaul dengan mereka.
Yang setiap hari harus memperbaiki diri sendiri sembari mengais kata maaf dari orang lain yang menganggap diri ini sedang marah dan kecewa kepada mereka.
Padahal tidak. Aku sama sekali tidak marah.
Aku hanya lelah akhir- akhir ini.
Dan opsi paling aman adalah, hanya diam.
Tapi sayangnya, diamku ini membuat orang lain salah paham.
Dan aku berusaha untuk menjelaskannya agar semuanya berakhir.
Aku masih berusaha keras mengontrol emosiku, walaupun ujung nya selalu gagal.
Aku, maafkan aku yang sudah membuatmu terbebani.
Aku akan membuatmu tenang di waktu istirahatmu.
Kamu hanya perlu diam saja.
Biarkan aku yang mengurus semua rasa cemasmu itu.
Dadamu pasti masih sesak, kan?
Maafkan aku yang tidak becus mengurus hidupku sendiri.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

𝙺𝚎𝚙𝚞𝚝𝚞𝚜𝚊𝚗 𝚊𝚔𝚞 𝚒𝚜𝚝𝚒𝚛𝚊𝚑𝚊𝚝 𝚍𝚊𝚛𝚒 𝚜𝚘𝚜𝚒𝚊𝚕 𝚖𝚎𝚍𝚒𝚊

𝚄𝚗𝚝𝚒𝚝𝚝𝚕𝚎

𝚃𝚒𝚝𝚒𝚔 𝙽𝚊𝚍𝚒𝚛