ππππππππ 'π π°πππ ππ 1
" Halo, Milla di waktu 13 tahun yang lalu.
Bagaimana kabarmu?
Bagaimana kondisi hatimu?
Dunia mu masih kah berwarna?
Kenapa senyum lebarmu menghilang?
Kenapa tatapanmu kosong sekali?
Bukankah kamu pernah mengatakan padaku untuk harus berjalan ke depan dan melupakan masa berat yang sudah terjadi?
Se hancur itukah duniamu saat Papa pergi?
Seberapa kecewa nya kamu dengan takdir yang sudah Allah berikan?
Milla, se sulit itu kah kamu menerima kenyataan?
Papa udah pergi, Mill.
Allah lebih sayang sama Papa.
Makanya Allah panggil Papa duluan ke surga.
Berulang kali kamu mengatakan jika itu hanya mimpi, menganggap Papa masih hidup.
Milla, Papa udah pergi. Dan itu sudah 13 tahun berlalu.
Apakah dunia mu berhenti di usia 10 tahun?
Kepergian Papa membuatmu se berantakan itu.
Kamu mati. Kamu mati rasa, Mill.
Dunia yang kamu jalani sampai detik ini kamu tidak menikmati nya sama sekali.
Kamu hidup bukan untuk bertahan.
Tapi kamu hanya mengikuti rotasi bumi saja.
Tidak bergairah. Dan kamu memaksakan banyak hal setelah kepergian Papa.
Sifat ambisius dan keras kepala yang sama sekali bukan karaktermu yang sesungguhnya, betap hebatnya peran yang kamu jalani.
Setiap hari kamu bersikap polos, menuruti kehendak orang lain yang bahkan di luar kuasamu.
Kamu lakukan itu semua demi sebuah validasi, sebuah pengakuan dari orang lain atas kemampuanmu.
Milla, tolong, aku bahkan sudah lelah sekarang.
Semakin banyak kamu lakukan hal itu, semakin banyak orang membencimu.
Apakah kamu tidak menyadarinya?
Kamu sudah menghancurkan jiwa dan ragamu sendiri selama 13 tahun ini.
Se keras apapun usahamu, semuanya tidak akan mengembalikan kondisi seperti sebelum tahun 2011.
Papa nggak mungkin kembali, Mill.
Tolong sadarlah!
Buka matamu lebar- lebar, Milla!
Itu sudah berlalu, Milla!
Tolong terima semua takdir yang sudah terjadi.
Biarkan aku tetap menjalani hidup sebagai diriku yang " baru ".
Kamu bahkan tidak bisa lepas dari bayang- batang penyesalan itu, kan?
Maka dari itu, demi Papa.
Tolong bahagia lah!
Papa pasti akan bahagia di atas sana jika kamu bisa menjalani hidup dengan tenang dan nyaman.
Tolong bertahan sedikit lagi.
Jika tidak demi Mama, Uni, Nina, dan adek.
Atau bahkan tidak demi dirimu sendiri.
Maka, bertahanlah untuk Papa.
Temani mereka dan berikan perlindungan semampu mu.
Selagi aku masih bisa bernafas dengan lega, tolong bantu aku bahagiakan sisa - sisa permataku yang masih ada, ya?
Terimakasih, sudah mau berdampingan denganku walaupun itu sulit bagimu.
Walaupun kamu sudah tidak bisa merasakan rasa apapun.
Terimakasih, sudah mau bertahan bersamaku.
Komentar
Posting Komentar