πππ₯πππͺπ,.π€πππ¦π ππππͺπ π‘ππ£πππ£π ππππππ€
Orang² bilang " Ikhlas aja. Toh, udah berlalu kok! Jangan dibuat berlarut- larut semua rasa sedihnya."
Bagi aku, ikhlas bukanlah perkara mudah.
Bukan seperti kamu membalikkan helai roti yg akan diisi selai.
Bukan seperti kamu menukar kerang bekel dari telungkup menjadi telentang.
Dan, bukan pula tentang persoalan menerima kenyataan.
Jika hanya luka kecil, dan kamu masih bisa mengobatinya, tidak masalah jika kamu memutuskan untuk mengikhlaskan takdir yang sudah terjadi.
Tapi, jika itu luka yang menganga begitu besar dan berbekas, apakah kamu yakin akan ikhlas menerima semuanya?
Ibaratnya, kamu meneteskan cat merah ke air jernih. Apakah air itu akan kembali jernih dalam waktu singkat?
Tidak, kan?
Sama hal nya seperti luka dan perkara ikhlas, itu sudah beda urusannya.
Ini pendapatku sejauh ini. Mungkin akan berbeda denganmu.
Mungkin bagimu, mengikhlaskan ada perkara mudah.
Tapi bagiku, mengikhlaskan hal berat itu sulit untukku.
Aku sudah menyimpan banyak luka sebenarnya, tapi orang masih memintaku untuk lupakan dan ikhlaskan.
Itu sulit untukku, jujur.
Maka jangan paksa aku untuk belajar ikhlas dan lupa.
Karena, aku sudah lelah mengikhlaskan banyak hal tapi aku tak mendapat hasil baik dari rasa ikhlasku.
Kamu tidak perlu tahu sudah sejauh apa aku ikhlas dengan kehidupanku sekarang.
Itu sudah menjadi rahasia dan urusan antara aku dan Tuhan.
Komentar
Posting Komentar