πΌππππ π³ππππ
Sebenarnya di usia yang sudah melewati seperempat abad ini, Trisha tak perlu ragu untuk mengapresiasi dirinya sendiri. Bisa saja ia mengambil liburan ke luar kota. Menikmati banyak hal yang sudah ia lewati sejak kecil. Ia tak perlu menyibukkan dirinya dalam pekerjaan. Ia bisa meraih kebebasan itu. Tapi, tanpa sadar Trisha masih terkurung dengan banyak " larangan " yang sudah ditanamkan oleh Umma nya sejak kecil. ' Ngapain pergi jauh- jauh? Kamu gak bisa jaga diri.' ' Kamu perempuan. Kalo kamu pergi keluyuran kayak gitu, orang- orang bakal nganggep Umma ngajarin yang nggak bener.' ' Nanti kalo di jalan ada apa- apa, yang repot tetep orang rumah.' ' Kamu tuh kebiasaan ngelawan! Dikasih tahu malah nggak nurut!' ' Terserah kamu! Kalo Umma nggak ada, baru tahu rasanya.' Semua ucapan itu tertancap begitu dalam di kepala Trisha. Dia mengalah bukan berarti dia menurut begitu saja. Ia e...